IN INDONESIAN :
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
PERTUMBUHAN adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/ terukur.
PERKEMBANGAN adalah proses menuju kedewasaan pada organisme. Proses ini berlangsung secara kualitatif.
Baik pertumbuhan atau perkembangan bersifat irreversibel.
PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN
Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.
Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:
1. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.
Embrio memiliki 3 bagian penting :
a. tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
b. akar embrionik yaitu calon akar
c. kotiledon yaitu cadangan makanan
Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.
Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah
a. Daerah pembelahan
Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik)
b. Daerah pemanjangan
Berada di belakang daerah pembelahan
c. Daerah diferensiasi
Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami
diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan
tunas lateral yang akan menjadi cabang.
2. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.
- Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.
- Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.
- Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun Þ bentuk konsentris.
Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.
Proses perkecambahan
Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti "minum"). Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik.
Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Berdasarkan kajian ekspresi gen pada tumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwa pada perkecambahan lokus-lokus yang mengatur pemasakan embrio, seperti ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3 (ABI3), FUSCA 3 (FUS3), dan LEAFY COTYLEDON 1 (LEC1) menurun perannya (downregulated) dan sebaliknya lokus-lokus yang mendorong perkecambahan meningkat perannya (upregulated), seperti GIBBERELIC ACID 1 (GA1), GA2, GA3, GAI, ERA1, PKL, SPY, dan SLY. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebut Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRNA.[1]
Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah.
Tipe perkecambahan
Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan epigeal. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Contoh tipe ini terjadi pada kacang kapri dan jagung. Pada epigeal hipokotillah yang tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada kacang hijau dan jarak. Pengetahuan tentang hal ini dipakai oleh para ahli agronomi untuk memperkirakan kedalaman tanam.
Li et al. (2007). Repression of AUXIN RESPONSE FACTOR10 by microRNA 160 is critical for seed germination and post-germination stages. The Plant Journal 52:133-146.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN HEWAN
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi di seluruh bagian tubuhnya. Biasanya pertumbuhan dan perkembangan ini diawali dari proses fertilisasi. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia dapat dibedakan menjadi dua fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.
1. Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik
Pertumbuhan dan perkembangan embrionik adalah fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina.
Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage). Zigot selanjutnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui tahap-tahap yaitu pembelahan, gastrulasi, dan organogenesis.
Pembelahan (cleavage). Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, dan seterusnya. Pembelahan sel tersebut berlangsung cepat dan akan menghasilkan sel-sel anak yang tetap terkumpul menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut morula. Dalam pertumbuhan selanjutnya, morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga. Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi.
Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat. Morulasi yaitu proses terbentuknya morula.
Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan. Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan. Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel. Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.
Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya. Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm.
Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata. Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata. Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.
Gastrulasi. Dalam perkembangan selanjutnya, blastula akan menjadi gastrula. Proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi. Pada bentuk gastrula ini, embrio telah terbentuk menjadi tiga lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm). Jadi gastrulasi merupakan proses pembentukan tiga lapisan embrionik. Dalam perkembangan selanjutnya lapisan embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ tubuh.
Organogenesis. Organogenesis merupakan proses pembentukan alat-alat tubuh atau organ seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan sebagainya. Ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indera. Mesoderm akan mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan ovarium), alat peredaran darah.
Dan alat ekskresi. Endoderm akan mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar yang berhubungan dengan pencernaan, dan alat-alat pernapasan. Organogenesis merupakan proses yang sangat kompleks.
Pada mammalia, embrionya memiliki selaput embrio, yaitu amnion, korion, sakus vitelinus, dan alantois. Selaput embrio berfungsi melindungi embrio terhadap kekeringan, goncangan, membantu pernapasan, ekskresi, serta fungsi penting lainnya selama berada di dalam rahim induknya.
2. Pertumbuhan dan Perkembangan Pasca Embrionik
Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan setelah masa embrio. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi terutama penyempurnaan alat-alat reproduksi (alat-alat kelamin), dan biasanya pula hanya terjadi peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh saja.
Pada golongan hewan tertentu sebelum tumbuh menjadi hewan dewasa, membentuk tahap larva terlebih dahulu. Pada golongan hewan tersebut pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik merupakan tahap pembentukan larva sebelum tumbuh dan berkembang menjadi hewan dewasa.
Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik yang melalui tahap larva ini dikenal dengan metamorfosis.
Contoh hewan yang mengalami metamorfosis adalah serangga dan katak. Temukan dihalaman
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA
Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan. HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut.
Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :
1. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3. Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluh darah yang pertama.
1. Tahap-tahap Perkembangan Manusia
a. Tahapan Perkembangan pada masa embrio
Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.
Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.
Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.
Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.
Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)
Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.
Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.
b. Tahap perkembangan pada masa anak-anak
Masa anak-anak dimulai sejak lahir (bayi) hingga masa remaja. Bayi sangat membutuhkan air susu ibu (ASI). Sebaiknya ASI diberikan pada bayi selama dua belas bulan sejak kelahiran. Hal ini karena bayi membutuhkan ASI selama tahun pertama kehidupannya. Pada usia balita terjadi pertumbuhan sel-sel otak, sehingga diperlukan makanan yang bergizi.
Pada usia 6 bulan, gigi pertama bayi akan tumbuh yang disebut gigi susu. Setelah sekitar usia 6 tahun, gigi susu akan tanggal secara bergantian dan digantikan oleh gigi tetap. Seiring dengan bertambahnya usia, bayi akan belajar duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Otak tumbuh membesar dan bayi mulai berbicara.
Umumnya bayi mulai berjalan dan berbicara sekitar usia satu tahun. Pada usia tiga tahun, anak-anak mulai berbicara kalimat pendek. Menjelang usia sepuluh tahun anak-anak mulai mencari teman, mereka juga sudah tahu bagaimana berbagi, melakukan tugas mereka dan bekerjasama.
c. Tahap perkembangan pada masa remaja (pubertas)
Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa melalui satu tahap yang disebut masa pubertas. Kata pubertas berasal dari kata latin yang berarti usia menjadi orang, suatu periode dalam mana anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembang biak.
Perubahan-perubahan biologis berupa mulai bekerjanya organ-organ reproduktif dan disertai pula oleh perubahan-perubahan yang bersifat psikologis. Pada masa ini baik laki-laki atau perempuan menunjukkan pertumbuhan yang cukup cepat. Badan akan bertambah tinggi, bertambah gemuk dan organ kelaminnya sudah mampu menghasilkan sel kelamin yang matang.
Ciri-ciri Penting Periode Pubertas :
a) Pubertas merupakan periode transisi dan tumpang tindih. Dikatakan transisi sebab pubertas berada dalam peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa remaja. Dikatakan tumpang tindih sebab beberapa ciri biologis-psikologis kanak-kanak masih dimiliknya, sementara beberapa ciri remaja dimilikinya pula.
b) Pubertas merupakan periode terjadinya perubahan yang sangat cepat. Perubahan dari bentuk tubuh kanak-kanak pada umumnya ke arah bentuk tubuh orang dewasa. Terjadi pula perubahan sikap dan sifat yang menonjol, terutama terhadap teman sebaya lawan jenis, terhadap permainan dan anggota keluarga.
c) Tubuhnya mulai menunjukkan mekar-tubuh yang membedakannya dengan tubuh kanak-kanak. Sebagian ciri pubertas yang dia miliki ditunjukkan dalam sikap, perasaan, keinginan, dan perbuatan-perbuatan. Sikapnya yang paling menonjol antara lain sikap tidak tenang dan tidak menentu.
d) Pertumbuhan dan perkembangan badannya, tumbuh normal, sesuai dengan usianya. Berat badannya 40 kg, dan tinggi badannya.
e) Perkembangan organ-organ seks wanita ditandai dengan adanya haid pertama atau “menarche” yang disertai dengan berbagai perasaan tidak enak bagi yang mengalaminya.
f) Haid (menstruasi) yang pertama kali dia alami pada usia 9 tahun. Jika dilihat dari usianya saat ia mengalami menstruasi, ia masih dalam masa kanak-kanak akhir.
g) Gejala yang mulai ditunjukkan dari dirinya yaitu :
- Pinggul yang membesar dan membulat
- Dada yang semakin nampak menonjol
- Tumbuhnya rambuh di daerah kelamin, ketiak, lengan dan kaki
- Perubahan suara dari suara kanak-kanak menjadi lebih merdu (melodius)
- Kelenjar keringat lebih aktif dan sering tumbuh jerawat
- Kulit menjadi lebih besar dibanding kulit anak-anak.
Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki.
Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.
d. Tahap Perkembangan masa dewasa
Sebagai seorang individu yang sudah tergolong dewasa, peran dan tanggung jawabnya tentu makin bertambah besar. la tak lagi harus bergantung secara ekonomis, sosiologis ataupun psikologis pada orang tuanya. Mereka justru merasa tertantang untuk membukukan dirinya sebagai seorang pribadi dewasa yang mandiri.
Segala urusan ataupun masalah yang dialami dalam hidupnya sedapat mungkin akan ditangani sendiri tanpa bantuan orang lain, termasuk orang tua. Berbagai pengalaman baik yang berhasil maupun yang gagal dalam menghadapi suatu masalah akan dapat dijadikan pelajaran berharga guna mem-bentuk seorang pribadi yang matang, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.
Secara fisik, seorang dewasa muda (young adulthood) menampil-kan profil yang sempurna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek fisiologis telah mencapai posisi puncak. Mereka memiliki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat, dan proaktif.
Secara umum, mereka yang tergolong dewasa muda (young) ialah mereka yang berusia 20-40 tahun. Menurut seorang ahli psikologi perkembangan, Santrock (1999), orang dewasa muda termasuk masa transisi, baik transisi secara fisik (physically trantition) transisi secara intelektual (cognitive trantition), serta transisi peran sosial (social role trantition).
Dari pertumbuhan fisik, menurut Santrock (1999) diketahui bahwa dewasa muda sedang mengalami peralihan dari masa remaja untuk memasuki masa tua. Pada masa ini, seorang individu tidak lagi disebut sebagai masa tanggung (akil balik), tetapi sudah tergolong sebagai seorang pribadi yang benar-benar dewasa (maturity).
la tidak lagi diperlakukan sebagai seorang anak atau remaja, tetapi sebagaimana layaknya seperti orang dewasa lain-nya. Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang dewasa lainnya, misalnya bekerja, menikah, dan mempunyai anak. la dapat bertindak secara bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya).
Segala tindakannya sudah dapat di-kenakan aturan-aturan hukum yang berlaku, artinya bila terjadi pelanggaran, akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi hukum (misalnya denda, dikenakan hukum pidana atau perdata}. Masa ini ditandai pula dengan adanya perubahan fisik, misalnya tumbuh bulu-bulu halus, perubahan suara, menstruasi, dan kemampuan reproduksi.
e. Perkembangan pada masa lanjut usia
Pada tingkat kedewasaan menengah (40-65 th) manusia mencapai puncak periode usia yang paling produktif . Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial (BKKBN 1998).
Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus, yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ.
Secara ekonomi, penduduk lanjut usia lebih dipandang sebagai beban daripada sebagai sumber daya. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan banyak manfaat, bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masa tua, seringkali dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat.
Dari aspek sosial, penduduk lanjut usia merupakan satu kelompok sosial sendiri. Di negara Barat, penduduk lanjut usia menduduki strata sosial di bawah kaum muda.
Menurut Bernice Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya. Tetapi bagi orang lain, periode ini adalah permulaan kemunduran. Usia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa kelemahan manusiawi dan sosial sangat tersebar luas dewasa ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu :
Usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun, lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun dan usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun.
Sedangkan menurut Prayitno dalam Aryo (2002) mengatakan bahwa setiap orang yang berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang berusia 56 tahun ke atas, tidak mempunyai penghasilan dan tidak berdaya mencari nafkah untuk keperluan pokok bagi kehidupannya sehari-hari.
Pada umumnya pada masa lanjut usia ini orang mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotorik. Menurut Zainudin (2002) fungsi kognitif meliputi proses belajar, persepsi pemahaman, pengertian, perhatian dan lain-lain yang menyebabkan reaksi dan perilaku lanjut usia menjadi semakin lambat.
Fungsi psikomotorik meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan, tindakan, koordinasi yang berakibat bahwa lanjut usia kurang cekatan.
Wednesday, September 29, 2010
Sunday, August 22, 2010
Assesment For Junior high Shcool 1 Metro
Put a cross mark (x) on a, b, c, or d before correct answer!
1. One of growth characteristics is quantitative, meaning that.....
a) It is measurable
b) It always increases in lenght
c) It is unable to get smaller again.
d) It is unlimited
2. To define whether or not a manggo tree is mature , we can.....
a) Measure its stem’s diameter
b) Count total produced fruits
c) Measure the stem’s height
d) Observe its reproductive capability generatively
3. The plant in the dark room will grow faster than the plant in the bright place. It means plant growth is influenced by.....
a) Air
b) Lihgt
c) Water
d) Soil
4. Look at the root structure below ...
Which the elongation region of the root structure.....
a) A
b) B
c) C
d) D
5. Very extreme transformation at the development process mortal referred as.....
a) Mirrage
b) Metaphora
c) Methagenesis
d) Metamorphosis
6. One of examples natural animal metaorphosis is ....
a) Cat
b) Butterfly
c) Elephant
d) Jelly fish
7. Frog experince of the development event of so called with...
a) Metamorphosis
b) Metagenesis
c) Morphology
d) Metaphora
8. Which one of the animal bellow has a complete metamorphosis ?
a) b)
c) d)
9. Plant can grow towards the sunlight direction because of a role played by hormone....
a) Auxin
b) Caline
c) Dormin
d) Gibberelins
10. In dark place, any plant planted in pot can grow fast but abnormal. Such event is called....
a) Etiolation
b) Guttation
c) Defisiency
d) Dormancy
11. Part of root the growths fastest is ....
a) Root cap
b) Root base
c) Rear part of root tip
d) Root neck
12. The chart below shows some of changes that a zygote undergoes during its development.
A B
What are A, and B, on the chart ?
a) Grastula- blastula
b) Morula- blastula
c) Blastula-morula
d) Morula-grastula
13. Phase of growth in human being which referred as a period of puberty become of age among.....
a) 0-12 years
b) 12-14 years
c) 10-15 years
d) 14-20 years
14. A periode of imitating, high egoist, and always draw atantion representing marking from a periode of....
a) Baby
b) Child
c) Old
d) Adolescent
15. The brain undergoes the most rapid growth rate during ...... period.
a) Adolescent
b) Adulthood
c) Under-five
d) Older age
16. The repruductive organ start functioning during....period.
a) Under-five
b) Adolescent
c) Adulthhood
d) Older age
17. Robert feels closer to his peers than his parents do. It is likely that robert is....
a) Under five childern
b) Adolescence
c) Adulthood
d) Older age
18. The correct order of human growth and development phases is.....
a) Under-five ----- adulthood ------- adolescence
b) Adolescence ------ adulthood ------ olderage
c) Adolescence ------ childhood ------ olderage
d) Adulthood ------ adolescence ------ underfive
19. Cycle menstruate normal first of mean woman expereienced of age....
a) 8-10 years
b) 9-12 years
c) 9-16 years
d) 10-17 years
20. The growth is fast , body weight grows abaut 1.5-2.5 kg / years, the development of motoric is happen, and there is mental development. They are characteristics of.....
a) Childern
b) Childern under five
c) Teenagers
d) Adults
Answer the following questions briefly and clearly!
1. Write down 3 differences of growth and development?(6)
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
2. Write down 2 hormon and function of plant?(4)
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
3. Write down 3 characteristc of puberty in male and female?(6)
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
4. Write down 2 reproduction organs with them produce of fern?(4)
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
1. One of growth characteristics is quantitative, meaning that.....
a) It is measurable
b) It always increases in lenght
c) It is unable to get smaller again.
d) It is unlimited
2. To define whether or not a manggo tree is mature , we can.....
a) Measure its stem’s diameter
b) Count total produced fruits
c) Measure the stem’s height
d) Observe its reproductive capability generatively
3. The plant in the dark room will grow faster than the plant in the bright place. It means plant growth is influenced by.....
a) Air
b) Lihgt
c) Water
d) Soil
4. Look at the root structure below ...
Which the elongation region of the root structure.....
a) A
b) B
c) C
d) D
5. Very extreme transformation at the development process mortal referred as.....
a) Mirrage
b) Metaphora
c) Methagenesis
d) Metamorphosis
6. One of examples natural animal metaorphosis is ....
a) Cat
b) Butterfly
c) Elephant
d) Jelly fish
7. Frog experince of the development event of so called with...
a) Metamorphosis
b) Metagenesis
c) Morphology
d) Metaphora
8. Which one of the animal bellow has a complete metamorphosis ?
a) b)
c) d)
9. Plant can grow towards the sunlight direction because of a role played by hormone....
a) Auxin
b) Caline
c) Dormin
d) Gibberelins
10. In dark place, any plant planted in pot can grow fast but abnormal. Such event is called....
a) Etiolation
b) Guttation
c) Defisiency
d) Dormancy
11. Part of root the growths fastest is ....
a) Root cap
b) Root base
c) Rear part of root tip
d) Root neck
12. The chart below shows some of changes that a zygote undergoes during its development.
A B
What are A, and B, on the chart ?
a) Grastula- blastula
b) Morula- blastula
c) Blastula-morula
d) Morula-grastula
13. Phase of growth in human being which referred as a period of puberty become of age among.....
a) 0-12 years
b) 12-14 years
c) 10-15 years
d) 14-20 years
14. A periode of imitating, high egoist, and always draw atantion representing marking from a periode of....
a) Baby
b) Child
c) Old
d) Adolescent
15. The brain undergoes the most rapid growth rate during ...... period.
a) Adolescent
b) Adulthood
c) Under-five
d) Older age
16. The repruductive organ start functioning during....period.
a) Under-five
b) Adolescent
c) Adulthhood
d) Older age
17. Robert feels closer to his peers than his parents do. It is likely that robert is....
a) Under five childern
b) Adolescence
c) Adulthood
d) Older age
18. The correct order of human growth and development phases is.....
a) Under-five ----- adulthood ------- adolescence
b) Adolescence ------ adulthood ------ olderage
c) Adolescence ------ childhood ------ olderage
d) Adulthood ------ adolescence ------ underfive
19. Cycle menstruate normal first of mean woman expereienced of age....
a) 8-10 years
b) 9-12 years
c) 9-16 years
d) 10-17 years
20. The growth is fast , body weight grows abaut 1.5-2.5 kg / years, the development of motoric is happen, and there is mental development. They are characteristics of.....
a) Childern
b) Childern under five
c) Teenagers
d) Adults
Answer the following questions briefly and clearly!
1. Write down 3 differences of growth and development?(6)
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
2. Write down 2 hormon and function of plant?(4)
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
3. Write down 3 characteristc of puberty in male and female?(6)
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
4. Write down 2 reproduction organs with them produce of fern?(4)
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
Friday, November 13, 2009
pada mahluk bersel tunggal dengan species paramecium sp yang masuk dalam protista mirip hewan ( protozoa ), membuat saya ingin melaksanakan sesuatu untuk memastikan apa yang sedang saya fikirkan saat itu !
Saat ini Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa karena pendidikan merupakan tempat untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada permasalahan yang berat tentang pendidikan, terutama terkait dengan kualitas, relevansi dan efisiensi pendidikan. Untuk itu perlu diterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diharapkan mampu memenuhi tujuan pendidikan nasional serta sesuai dengan kekhasan, kondisi, dan potensi satuan pendidikan.
Silabus SMA, terdapat beberapa kompetensi dasar yang terkait dengan Paramaecium sp, dan praktikum dengan pengamatan Paramaecium sp secara langsung di bawah mikroskop merupakan salah satu cara untuk mencapai kompetensi dasar tersebut. Namunyang menjadi hambatan guru dan siswa adalah ketidakpastian adanya Paramaecium sp pada waktu pengamatan mikroskopis, yang disebabkan tidak ditemukannya spesies ini pada air contoh yang dibawa siswa ke sekolah.
Hal ini memicu ketertarikan saya terhadap mahkluk bersel tunggal dengan spesies paramecium ini. Mampukah species ini hidup dan berkembangbiak dalam medium yang sengaja saya buat untuk mengamatinya. Dan untuk meluruskan niat saya ini saya ingin melakukan sebuah penelitian yang berjudul “ PERBEDAAN EFEKTIFITAS REBUSAN DAUN SELEDRI, JERAMI, DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERKEMBANGBIAKAN PARAMECIUM Sp (SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DI SMA ). Yang nantinya akan saya kembangkan dalam bentuk penelitian murni, dengan harapan dapat menjadi sumber belajar bagi siswa-siswa SMA, atau mungkin dapat menjadi bahan baru untuk aktifitas praktikum yang mereka laksanakan untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditentukan.
I. Bibliografi :
Anonimus. 2009. Berbagai Macam Protista. Article Index. Volume : 4. halaman : 1-4
Saat ini Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa karena pendidikan merupakan tempat untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada permasalahan yang berat tentang pendidikan, terutama terkait dengan kualitas, relevansi dan efisiensi pendidikan. Untuk itu perlu diterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diharapkan mampu memenuhi tujuan pendidikan nasional serta sesuai dengan kekhasan, kondisi, dan potensi satuan pendidikan.
Silabus SMA, terdapat beberapa kompetensi dasar yang terkait dengan Paramaecium sp, dan praktikum dengan pengamatan Paramaecium sp secara langsung di bawah mikroskop merupakan salah satu cara untuk mencapai kompetensi dasar tersebut. Namunyang menjadi hambatan guru dan siswa adalah ketidakpastian adanya Paramaecium sp pada waktu pengamatan mikroskopis, yang disebabkan tidak ditemukannya spesies ini pada air contoh yang dibawa siswa ke sekolah.
Hal ini memicu ketertarikan saya terhadap mahkluk bersel tunggal dengan spesies paramecium ini. Mampukah species ini hidup dan berkembangbiak dalam medium yang sengaja saya buat untuk mengamatinya. Dan untuk meluruskan niat saya ini saya ingin melakukan sebuah penelitian yang berjudul “ PERBEDAAN EFEKTIFITAS REBUSAN DAUN SELEDRI, JERAMI, DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERKEMBANGBIAKAN PARAMECIUM Sp (SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DI SMA ). Yang nantinya akan saya kembangkan dalam bentuk penelitian murni, dengan harapan dapat menjadi sumber belajar bagi siswa-siswa SMA, atau mungkin dapat menjadi bahan baru untuk aktifitas praktikum yang mereka laksanakan untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditentukan.
I. Bibliografi :
Anonimus. 2009. Berbagai Macam Protista. Article Index. Volume : 4. halaman : 1-4
Friday, October 23, 2009
Love and Chemistry
Ketika satu elektron di kulit terluar jiwamu ter-eksitasi karena pengaruh Compton
aku yakin, sebagian hatimu pasti akan meluruh memancarkan 18 gelombang elektromagnetik yang akan memper indah wajahmu
Radiasi ini rupanya telah mengimbasku..
Beberapa muatan hatiku raib,, ya.. raib akibat keelektronegatifan kita yang terlampau beda,,
Tempatilah satu orbital saja hai kekasih jiwaku..
Lakukanlah demi wolfgang Pauli
Itu akan membuatku stabil..
Stabil seperti para penghuni gas mulia..
Antara keberadaanmu yang tak tentu saat beresonansi seperti benzena..
disana hati dan mataku terhibridisasi terbalut awan-awan elektron dan terpusat di senyummu..
Ini hebat.. yang kualami hampir mirip dengan transformasi konfigurasi inti pada jiwa-jiwa yang memiliki waktu paruh sangat panjang..
Mungkin ini yang disebut-sebut Zeeman dalam teori mekanika gelombangnya..
Dimana saat ini aku hampa.. tak bermassa, bahkan tak bermuatan seperti gamma..
Ketika satu elektron di kulit terluar jiwamu ter-eksitasi karena pengaruh Compton
aku yakin, sebagian hatimu pasti akan meluruh memancarkan 18 gelombang elektromagnetik yang akan memper indah wajahmu
Radiasi ini rupanya telah mengimbasku..
Beberapa muatan hatiku raib,, ya.. raib akibat keelektronegatifan kita yang terlampau beda,,
Tempatilah satu orbital saja hai kekasih jiwaku..
Lakukanlah demi wolfgang Pauli
Itu akan membuatku stabil..
Stabil seperti para penghuni gas mulia..
Antara keberadaanmu yang tak tentu saat beresonansi seperti benzena..
disana hati dan mataku terhibridisasi terbalut awan-awan elektron dan terpusat di senyummu..
Ini hebat.. yang kualami hampir mirip dengan transformasi konfigurasi inti pada jiwa-jiwa yang memiliki waktu paruh sangat panjang..
Mungkin ini yang disebut-sebut Zeeman dalam teori mekanika gelombangnya..
Dimana saat ini aku hampa.. tak bermassa, bahkan tak bermuatan seperti gamma..
I am someone who believes the "Hindu dharma" but, as a necessity I had to learn at a university that deviate from the my belief.i alwys even try to respect their different beliefs because I know everybody can not live indifiduallisme, but is some of my beliefs insulted public , but I am increasingly convinced that my belief that the best now because my beliefs have never insulted anyone, we try to respect anyone always nonchalant reply and I will not vote confidence a flock of faithful convictions insulting another.love for friends who are still trying to respect me even though I am different from me.n my message: true intelligence is not how much we have but how we use what we have wrote , thoughts yg guide our intellect is far more important than the quantity of our brain power.
HASIL PRAKTIKUM
IDENTIFIKASI EKOSISTEM SUNGAI
( Perairan Tawar )
I. Hari / tanggal : minggu / 31 mei 2009.
II. Tujuan : dapat mengetahui secara kontekstual komponen ekologi
dan peran masing – masing komponen di sungai
atau perairan tawar.
III. Dasar teori :
Ekosistem air tawar
”Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar” (Wikipedia : olline )
Begon, ddk.1986 (soetjipta,1993 : 27),menuliskan bahwa “sifat ekosistemadalah universal,baik dalam ekosistem daratan maupun perairan ataupun ekosestem buatan seperti sawah dan kebun.semuanya merupakan interaksi antara konponen –komponen biotic dan abiotik yang mendukungnya keadaan ini mengakibatkan ekosestem dinamis setiap perubahan suatu komponen akan berpengaruh terhqadap komponen lainnya”.
“Hewan-hewan bentos merupakan salah satu kelompok biota yang menghuni dasar danau,kolam,sungai,dan berbagai perairan tawar lainnya.hewan – hewan tersebut sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di dasar perairan baik yang sesil,merayap,maupun yang menggali lubang”.Michael,1984 dalam
( pratiwi,1999 : 134 )
“Keadaan organisme pada suatu habitat berkaitan erat dengan kondisi dan sumber daya lingkungan serta interaksi biologi”.Odum,1993 dalam (Anonimus, 1999 :21 )
“sejumlah penelitian telah menggunakan nilai indeks keanekaragaman komunitas hewan bentos suatu perairan untuk menentukan keadaan tercemar tidaknya perairan itu hewan bentos umumnya terdiri atas mollusca,nematoda,dan ollygochaeta”.Cummins,1975 dalam ( Sangiran,2004 : 83 )
“ekosistem air air tawar memiliki ciri-ciri 1. penetrasi cahaya kurang, 2. salinitas rendah, ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua yaitu :
1. lotik,air yang bergerak/berarus misalnya sungai,air terjun.
2. lentik,(air tenang) misalnya rawa,atau danau”.( Kumar, 1989 : 119 )
“Perairan tawar bersifat penting dan merupakan bahan melimpah di dalam kehidupan sehingga dapat dikatakan bahwa semua makhluk yang hidup bersifat akuatik dalam prakteknya yang dikatakan tentang suatu habitat akuatik ialah habitat dengan air sebagai medium eksternal dan medium internal”.( Anonimus,1993 : 70 )
1. Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme. 2.Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut
.Plankton; terdiri atas fitoplankton dan zooplankton;
biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
Nekton;hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
Neuston;organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau
bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.
Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung
pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada
endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas,
misalnya cacing dan remis. Lihat Gambar.(Wolwork : online)
IV. Alat dan Bahan.
1. Alat tulis : lengkap
2. Ember :1 buah
3. Planktonet : 1 buah
4. Botol : 10 buah
5. Meteran : 1 gulung
6. Busur derajat : 1 buah
7. Plastik : 5 buah
8. Salinometer : 1 buah
9. Stopwatch : 1 buah
10. Microskup : 1 buah
11. Termometer : 1 buah
12. Gelas ukur : 1 buah
13. Sampel air dari masing – masing lokasi pengamatan
V. Cara kerja :
1. Mengukur kecepatan arus, dengan menggunakan Styrofoam dan stopwatch.
2. Mengukur kemiringan permukaan air, dengan menggunakan busur derajat.
3. Mengukur tingkat kejernihan air dengan melihat keruh atau tidaknya perairan tersebut.
4. Mengambil substrat dasar dari perairan tersebut.
5. Mengukur kedalaman air,dengan menggunakan kayu ukur yang kemudian mengukurnya dengan mengunakan meteran.
6. Mengukur salinitas air,dengan menggunakan gelas ukur dan salinometer.
7. Mengukur suhu air, dengan menggunakan thermometer.
8. Mengidentifikasi organisme yang ditemui pada perairan tersebut dimulai dari mengambil sampel air dengan menggunakan planktonet dan botol yang kemudian mengamatinya dengan menggunakan mikroskup.
VI. Data Hasil Pengamatan :
Tabel 1.1
Plot Kecepatan
arus Kemiringan
Permukaan
air Tingkat kejernihan Substrat dasar Kedalaman lebar suhu salinitas
tepi tengah air udara
Plot I
Trimurjo 0 40 keruh lumpur 24 cm 32cm 2,5m 260c 250c 0
Plot II
16 C 0,19 m/s 150 keruh Pasir berbatu 24 cm 30cm 12m 280c 260c 0
Plot III
38 0,29 m/s 100 keruh Pasir berbatu 27cm 60cm 13,5m 280c 250c 0
Plot IV
Griya Kebun 0,25 m/s 70 keruh Pasir berlumpur 48cm 19,5cm 15,7m 290c 260c 0
Plot V
Swadaya 0 0 Sedikit keruh batu 17,5cm 13,5m 290c 260c 0
Tabel 1.2
Plot Penggolongan bentuk kehidupan Nama Hewan Kategori jumlah
Plot I
Trimurjo Bentos
Periphyton
Plankton
Nekton
neuston Keong
Aphanizomenon spp
Yrorocentrum micans(B)
Ceratium fusus ( A)
-
Ikan
- Banyak
Sedikit
Sedikit
Sedikit
0
Sedikit
0
Plot II
16 C Bentos
Periphyton
Plankton
Nekton
neuston Kepiting
Anabaena SPP
Microcystis SPP
Dinophysis caudata ( B)
-
Ikan,udang
- Sedikit
Sedikit
Sedikit
Plot III
38 Bentos
Periphyton
Plankton
Nekton
neuston Kerang
Talasiossira mala ( B)
Heterocapsa triquetra( A)
Amoeba,paramaecium
Katak ( ampibi )
Blawak
Kumbang
Kupu-kupu
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Plot IV
Griya Kebun Bentos
Periphyton
Plankton
Nekton
neuston Kepiting
Ceratium fisus (A)
Anabaena SPP
-
Ikan,udang
Kupu-kupu,belalang,capung Sedikit
Sedikit
-
Sedikit
Sedikit
Plot V
Swadaya Bentos
Periphyton
Plankton
Nekton
neuston Kepiting
Flagillana SPP
Oscillatoria SPP
-
-
Kupu-kupu,capung Sedikit
Sedikit
Sedikit
-
-
Sedikit
Tabel 1.3. Spesifikiasi habitat dan kategori jumlah berdasarkan sampel air yang diambil.
plot Gambar pengamatan Spesifikasi habitat Kategori jumlah
Plot I Trimurjo
1. Bentos
2. peryphyton
3. peryphyton
4. peryphyton
5. Nekton Sedikit
Sedikit
sedikit
Plot II
Trimurjo
1. Bentos
2. peryphyton
3. peryphyton
4. peryphyton
5. Nekton
6. Nekton Sedikit
Sedikit
Sedikit
sedikit
Plot III
38
1. Bentos
2. peryphyton
3. peryphyton
4. Plankton
5. Plankton
6. Nekton
7. Neuston
8. Neuston
9. Neuston Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Plot IV
Griya Kebun
1. Bentos
2. peryphyton
3. peryphyton
4. Nekton
5. Nekton
6. Neuston
7. Neuston
8. Neuston Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
sedikit
Plot V
Swadaya
1. Bentos
2. peryphyton
3. peryphyton
4. Neuston
5. Neuston Sedikit
Sedikit
Sedikit
VII. Pembahasan.
Berdasarkan pengamatan dan praktikum yang telah dilaksanakan untuk mengidentifikasi ekosestem sungai atau perairan tawar,diketahui bahwa komponen – komponen ekosistem sungai terdiri dari komponen biotik dan abiotik.
komponen abiotik yang berhasil diidentifikasi adalah :
1. Kecepatan arus
2. kemiringan ( topografi )
3. tingkat kejernihan lokasi
4. substrat dasar
5. kedalaman
6. lebar
7. suhu
8. salinitas, dan
9. air.
sedangkan untuk komponen biotik yang berhasil diidentifikasi adalah :
1. bentos
2. periphyton
3. plankton
4. nekton
5. neuston
6. rumput
7. kayu, dan
8. bunga.
Pengaruh Komponen Biotik terhadap Abiotik
• Tumbuhan terhadap Lingkungan
a) Tanah
Pohon-pohon penghijauan akan megubah struktur tanah dan mengurangi erosi.
Daun yang jatuh dari pohonnya akan membusuk sehingga membentuk humus.
b) Udara
Tumbuhan menimbulkan oksigen dari hasil fotosintesis sehingga kondisi udara cukup baik.
• Cacing terhadap Tanah
Cacing dapat meyebabkan struktur tanah menjadi berongga-rongga (gembur) sehingga tanah banyak mengandung oksigen.
• Pengurai terhadap Tanah
Pengurai akan menguraikan zat-zat penyusun tubuh hewan dan tumbuhan menjadi zat yang lebih sederhana dan mengembalikannya ke lingkungan abiotik yaitu tanah.
• Manusia terhadap Lingkungan
a) Tanah
Manusia dapat menanam tumbuhan yang bermanfaat untuk tanah dan menggemburkan tanah dengan mencangkulnya.
b) Air
Prilaku manusia sangat mempengaruhi keadaan air. Misalnya membuang sampah di sungai yang dapat mencemari air.
c) Udara
Manusia dapat mengotori udara dengan asap pabrik dan kendaraan. Juga dapat memelihra kebersihan udara dengan menanam pepohonan yang baik untuk udara karena menghasilkan oksigen.
Pengaruh Komponen Abiotik terhadap Biotik
• Cahaya Matahari terhadap Mahluk Hidup
Cahaya matahari merupakan sumber energi bagi mahluk hidup di bumi.
Membantu tumbuhan untuk berfotosintesis.
• Air terhadap Mahluk Hidup
Untuk kegiatan mandi dan mencuci bagi manusia, minum bagi hewan dan manusia.
Untuk pertumbuhan tanaman (tanaman yang mendapat cukup air dari tanah akan subur).
• Udara terhadap Mahluk Hidup
Oksigen untuk pernafasan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Karbondioksida untuk fotosintesis tumbuhan.
• Suhu terhadap Mahluk Hidup
Suhu sangat mempengaruhi habitat suatu mahluk hidup
kadar salinitas pada setiap lokasi yang diamati bernilai 0 artinya pada keseluruhan lokasi pengamatan air atau sampel tidak mengandung kadar salinitas hal ini disebabkan oleh karena lokasi yang diamati merupakan perairan tawar jadi wajar apabila tidak menandung kadar salinitas untuk plot I berlokasi di trimurjo kecepatan arus bernilai 0 karena perairan tersebut dibendung sehingga tidak ada arus yang berarti.pada plot V berlokasi di swadaya kecepatan arus dan kemiringan bernilai 0 karena perairan di lokasi tersebut termasuk perairan tenang, pada plot IV dan V juga memiliki suhu air yang relatif tinggi karena pengaruh dari intensitas cahaya yang semakin lama semakin meningkat yang mengakibatkan suhu air juga meningkat.
untuk komponen biotic yang ditemukan pada kelima lokasi pengamatan yang mendominasi adalah komponen biotic dengan spesifikasi habitat periphyton karena pada perairan tawar seperti sungai,rawa,danau,dll periphyton banyak tumbuh dan berkembang di dalamnya hal ini disebabkan karena periphyton tidak hidup di daerah yang mengandung salinitas yang tinggi dan pada umumnya periphyton juga hidup di daerah yang tidak memiliki arus air atau perairan yang tidak berarus karena jika ia hidup di perairan yang arusnya relatif tinggi maka,periphyton tidak akan bertahan lama karena ia ikut terbawa arus sedangkan untuk bentos sejumlah penelitian telah menggunakan nilai indeks keanekaragamannya digunakan untuk menentukan tercemar atau tidaknya suatu perairan.komunitas yang tidak mengalami tekanan lingkungan ( tidak tercemar ),umumnya ditandai dengan nilai indeks keanekaragaman yang tinggi,sebaliknya jika nilai indeks keanekaragamannya rendah menunjukan perairan tersebut tercemar namun,hal itu tidak dapat digunakan untuk danau yang miskin biota.
berdasarkan komponen – komponen biotik yang telah ditemukan dapat dibuat jaring – jaring makanan beserta tingkatan trofik kehidupannya.
(konsumen tersier) (nekton) ikan katak
konsumen sekunder (bentos) kepiting kerang/keong
(Neuston)
kupu-kupu belalang kumbang amoeba, paramaecium
Bunga Rumput Kayu Periphyton
konsumen primer ( plankton )
produsen
demikian jarring-jaring makanan yang terbentuk di dalam ekosistem perairan tawar dalam tingkatan trofinya konsumen sekunder dan konsumen tersier tergolong dalam karnivor,dan konsumen primer adalah herbivore untuk produsen tergolng dalam tumbuhan.
VIII. Kesimpulan.
berdasarkan tujuan diadakannya praktikum ini maka dapat disimpulkan bahwa :
1. komponen ekologi dalam ekosistem perairan tawar meliputi komponen biotik dan abiotik.
2. komponen abiotik berperan dalam penyediaan habitat bagi organisme-organisme yang hidup di sekitarnya dan memberi saham awal dalam pembentukan ekosistem.
3. komponen biotic memberi peran untukmenyediakan keanekaragaman jenis dan proses kehidupan dalam tingkatan trofiknya.
IX.Daftar pustaka.
Anonimus.2009.kategori : Ekosistem sungai.[online]. http://www.wikipedia.com.dikutip tanggal 4 juni 2009.pukul 19.30
Anonimus.2009.kategori : Animal ecology.[online].http://wolwork.com.
dikutip 4 juni 2009. pukul 16.00.
Anonimus.1999.Keanekaragaman hayati.Jakarta : Erlangga
Anonimus.1993.Panduan praktikum ekologi hewan.Depdikbud
Kumar.1989.Modern concepts of ecology.Jakarta : academic perss
Pratiwi.1999.Ekologi hewan.Bandung : PT.allumni
Sangiran.2004.Keanekaragaman ekosistem. Yogyakarta : kanisius
Soetjipta.1993.Ekologi hewan.Jakarta : Depdikbud
( Perairan Tawar )
I. Hari / tanggal : minggu / 31 mei 2009.
II. Tujuan : dapat mengetahui secara kontekstual komponen ekologi
dan peran masing – masing komponen di sungai
atau perairan tawar.
III. Dasar teori :
Ekosistem air tawar
”Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar” (Wikipedia : olline )
Begon, ddk.1986 (soetjipta,1993 : 27),menuliskan bahwa “sifat ekosistemadalah universal,baik dalam ekosistem daratan maupun perairan ataupun ekosestem buatan seperti sawah dan kebun.semuanya merupakan interaksi antara konponen –komponen biotic dan abiotik yang mendukungnya keadaan ini mengakibatkan ekosestem dinamis setiap perubahan suatu komponen akan berpengaruh terhqadap komponen lainnya”.
“Hewan-hewan bentos merupakan salah satu kelompok biota yang menghuni dasar danau,kolam,sungai,dan berbagai perairan tawar lainnya.hewan – hewan tersebut sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di dasar perairan baik yang sesil,merayap,maupun yang menggali lubang”.Michael,1984 dalam
( pratiwi,1999 : 134 )
“Keadaan organisme pada suatu habitat berkaitan erat dengan kondisi dan sumber daya lingkungan serta interaksi biologi”.Odum,1993 dalam (Anonimus, 1999 :21 )
“sejumlah penelitian telah menggunakan nilai indeks keanekaragaman komunitas hewan bentos suatu perairan untuk menentukan keadaan tercemar tidaknya perairan itu hewan bentos umumnya terdiri atas mollusca,nematoda,dan ollygochaeta”.Cummins,1975 dalam ( Sangiran,2004 : 83 )
“ekosistem air air tawar memiliki ciri-ciri 1. penetrasi cahaya kurang, 2. salinitas rendah, ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua yaitu :
1. lotik,air yang bergerak/berarus misalnya sungai,air terjun.
2. lentik,(air tenang) misalnya rawa,atau danau”.( Kumar, 1989 : 119 )
“Perairan tawar bersifat penting dan merupakan bahan melimpah di dalam kehidupan sehingga dapat dikatakan bahwa semua makhluk yang hidup bersifat akuatik dalam prakteknya yang dikatakan tentang suatu habitat akuatik ialah habitat dengan air sebagai medium eksternal dan medium internal”.( Anonimus,1993 : 70 )
1. Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme. 2.Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut
.Plankton; terdiri atas fitoplankton dan zooplankton;
biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
Nekton;hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
Neuston;organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau
bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.
Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung
pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada
endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas,
misalnya cacing dan remis. Lihat Gambar.(Wolwork : online)
IV. Alat dan Bahan.
1. Alat tulis : lengkap
2. Ember :1 buah
3. Planktonet : 1 buah
4. Botol : 10 buah
5. Meteran : 1 gulung
6. Busur derajat : 1 buah
7. Plastik : 5 buah
8. Salinometer : 1 buah
9. Stopwatch : 1 buah
10. Microskup : 1 buah
11. Termometer : 1 buah
12. Gelas ukur : 1 buah
13. Sampel air dari masing – masing lokasi pengamatan
V. Cara kerja :
1. Mengukur kecepatan arus, dengan menggunakan Styrofoam dan stopwatch.
2. Mengukur kemiringan permukaan air, dengan menggunakan busur derajat.
3. Mengukur tingkat kejernihan air dengan melihat keruh atau tidaknya perairan tersebut.
4. Mengambil substrat dasar dari perairan tersebut.
5. Mengukur kedalaman air,dengan menggunakan kayu ukur yang kemudian mengukurnya dengan mengunakan meteran.
6. Mengukur salinitas air,dengan menggunakan gelas ukur dan salinometer.
7. Mengukur suhu air, dengan menggunakan thermometer.
8. Mengidentifikasi organisme yang ditemui pada perairan tersebut dimulai dari mengambil sampel air dengan menggunakan planktonet dan botol yang kemudian mengamatinya dengan menggunakan mikroskup.
VI. Data Hasil Pengamatan :
Tabel 1.1
Plot Kecepatan
arus Kemiringan
Permukaan
air Tingkat kejernihan Substrat dasar Kedalaman lebar suhu salinitas
tepi tengah air udara
Plot I
Trimurjo 0 40 keruh lumpur 24 cm 32cm 2,5m 260c 250c 0
Plot II
16 C 0,19 m/s 150 keruh Pasir berbatu 24 cm 30cm 12m 280c 260c 0
Plot III
38 0,29 m/s 100 keruh Pasir berbatu 27cm 60cm 13,5m 280c 250c 0
Plot IV
Griya Kebun 0,25 m/s 70 keruh Pasir berlumpur 48cm 19,5cm 15,7m 290c 260c 0
Plot V
Swadaya 0 0 Sedikit keruh batu 17,5cm 13,5m 290c 260c 0
Tabel 1.2
Plot Penggolongan bentuk kehidupan Nama Hewan Kategori jumlah
Plot I
Trimurjo Bentos
Periphyton
Plankton
Nekton
neuston Keong
Aphanizomenon spp
Yrorocentrum micans(B)
Ceratium fusus ( A)
-
Ikan
- Banyak
Sedikit
Sedikit
Sedikit
0
Sedikit
0
Plot II
16 C Bentos
Periphyton
Plankton
Nekton
neuston Kepiting
Anabaena SPP
Microcystis SPP
Dinophysis caudata ( B)
-
Ikan,udang
- Sedikit
Sedikit
Sedikit
Plot III
38 Bentos
Periphyton
Plankton
Nekton
neuston Kerang
Talasiossira mala ( B)
Heterocapsa triquetra( A)
Amoeba,paramaecium
Katak ( ampibi )
Blawak
Kumbang
Kupu-kupu
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Plot IV
Griya Kebun Bentos
Periphyton
Plankton
Nekton
neuston Kepiting
Ceratium fisus (A)
Anabaena SPP
-
Ikan,udang
Kupu-kupu,belalang,capung Sedikit
Sedikit
-
Sedikit
Sedikit
Plot V
Swadaya Bentos
Periphyton
Plankton
Nekton
neuston Kepiting
Flagillana SPP
Oscillatoria SPP
-
-
Kupu-kupu,capung Sedikit
Sedikit
Sedikit
-
-
Sedikit
Tabel 1.3. Spesifikiasi habitat dan kategori jumlah berdasarkan sampel air yang diambil.
plot Gambar pengamatan Spesifikasi habitat Kategori jumlah
Plot I Trimurjo
1. Bentos
2. peryphyton
3. peryphyton
4. peryphyton
5. Nekton Sedikit
Sedikit
sedikit
Plot II
Trimurjo
1. Bentos
2. peryphyton
3. peryphyton
4. peryphyton
5. Nekton
6. Nekton Sedikit
Sedikit
Sedikit
sedikit
Plot III
38
1. Bentos
2. peryphyton
3. peryphyton
4. Plankton
5. Plankton
6. Nekton
7. Neuston
8. Neuston
9. Neuston Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Plot IV
Griya Kebun
1. Bentos
2. peryphyton
3. peryphyton
4. Nekton
5. Nekton
6. Neuston
7. Neuston
8. Neuston Sedikit
Sedikit
Sedikit
Sedikit
sedikit
Plot V
Swadaya
1. Bentos
2. peryphyton
3. peryphyton
4. Neuston
5. Neuston Sedikit
Sedikit
Sedikit
VII. Pembahasan.
Berdasarkan pengamatan dan praktikum yang telah dilaksanakan untuk mengidentifikasi ekosestem sungai atau perairan tawar,diketahui bahwa komponen – komponen ekosistem sungai terdiri dari komponen biotik dan abiotik.
komponen abiotik yang berhasil diidentifikasi adalah :
1. Kecepatan arus
2. kemiringan ( topografi )
3. tingkat kejernihan lokasi
4. substrat dasar
5. kedalaman
6. lebar
7. suhu
8. salinitas, dan
9. air.
sedangkan untuk komponen biotik yang berhasil diidentifikasi adalah :
1. bentos
2. periphyton
3. plankton
4. nekton
5. neuston
6. rumput
7. kayu, dan
8. bunga.
Pengaruh Komponen Biotik terhadap Abiotik
• Tumbuhan terhadap Lingkungan
a) Tanah
Pohon-pohon penghijauan akan megubah struktur tanah dan mengurangi erosi.
Daun yang jatuh dari pohonnya akan membusuk sehingga membentuk humus.
b) Udara
Tumbuhan menimbulkan oksigen dari hasil fotosintesis sehingga kondisi udara cukup baik.
• Cacing terhadap Tanah
Cacing dapat meyebabkan struktur tanah menjadi berongga-rongga (gembur) sehingga tanah banyak mengandung oksigen.
• Pengurai terhadap Tanah
Pengurai akan menguraikan zat-zat penyusun tubuh hewan dan tumbuhan menjadi zat yang lebih sederhana dan mengembalikannya ke lingkungan abiotik yaitu tanah.
• Manusia terhadap Lingkungan
a) Tanah
Manusia dapat menanam tumbuhan yang bermanfaat untuk tanah dan menggemburkan tanah dengan mencangkulnya.
b) Air
Prilaku manusia sangat mempengaruhi keadaan air. Misalnya membuang sampah di sungai yang dapat mencemari air.
c) Udara
Manusia dapat mengotori udara dengan asap pabrik dan kendaraan. Juga dapat memelihra kebersihan udara dengan menanam pepohonan yang baik untuk udara karena menghasilkan oksigen.
Pengaruh Komponen Abiotik terhadap Biotik
• Cahaya Matahari terhadap Mahluk Hidup
Cahaya matahari merupakan sumber energi bagi mahluk hidup di bumi.
Membantu tumbuhan untuk berfotosintesis.
• Air terhadap Mahluk Hidup
Untuk kegiatan mandi dan mencuci bagi manusia, minum bagi hewan dan manusia.
Untuk pertumbuhan tanaman (tanaman yang mendapat cukup air dari tanah akan subur).
• Udara terhadap Mahluk Hidup
Oksigen untuk pernafasan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Karbondioksida untuk fotosintesis tumbuhan.
• Suhu terhadap Mahluk Hidup
Suhu sangat mempengaruhi habitat suatu mahluk hidup
kadar salinitas pada setiap lokasi yang diamati bernilai 0 artinya pada keseluruhan lokasi pengamatan air atau sampel tidak mengandung kadar salinitas hal ini disebabkan oleh karena lokasi yang diamati merupakan perairan tawar jadi wajar apabila tidak menandung kadar salinitas untuk plot I berlokasi di trimurjo kecepatan arus bernilai 0 karena perairan tersebut dibendung sehingga tidak ada arus yang berarti.pada plot V berlokasi di swadaya kecepatan arus dan kemiringan bernilai 0 karena perairan di lokasi tersebut termasuk perairan tenang, pada plot IV dan V juga memiliki suhu air yang relatif tinggi karena pengaruh dari intensitas cahaya yang semakin lama semakin meningkat yang mengakibatkan suhu air juga meningkat.
untuk komponen biotic yang ditemukan pada kelima lokasi pengamatan yang mendominasi adalah komponen biotic dengan spesifikasi habitat periphyton karena pada perairan tawar seperti sungai,rawa,danau,dll periphyton banyak tumbuh dan berkembang di dalamnya hal ini disebabkan karena periphyton tidak hidup di daerah yang mengandung salinitas yang tinggi dan pada umumnya periphyton juga hidup di daerah yang tidak memiliki arus air atau perairan yang tidak berarus karena jika ia hidup di perairan yang arusnya relatif tinggi maka,periphyton tidak akan bertahan lama karena ia ikut terbawa arus sedangkan untuk bentos sejumlah penelitian telah menggunakan nilai indeks keanekaragamannya digunakan untuk menentukan tercemar atau tidaknya suatu perairan.komunitas yang tidak mengalami tekanan lingkungan ( tidak tercemar ),umumnya ditandai dengan nilai indeks keanekaragaman yang tinggi,sebaliknya jika nilai indeks keanekaragamannya rendah menunjukan perairan tersebut tercemar namun,hal itu tidak dapat digunakan untuk danau yang miskin biota.
berdasarkan komponen – komponen biotik yang telah ditemukan dapat dibuat jaring – jaring makanan beserta tingkatan trofik kehidupannya.
(konsumen tersier) (nekton) ikan katak
konsumen sekunder (bentos) kepiting kerang/keong
(Neuston)
kupu-kupu belalang kumbang amoeba, paramaecium
Bunga Rumput Kayu Periphyton
konsumen primer ( plankton )
produsen
demikian jarring-jaring makanan yang terbentuk di dalam ekosistem perairan tawar dalam tingkatan trofinya konsumen sekunder dan konsumen tersier tergolong dalam karnivor,dan konsumen primer adalah herbivore untuk produsen tergolng dalam tumbuhan.
VIII. Kesimpulan.
berdasarkan tujuan diadakannya praktikum ini maka dapat disimpulkan bahwa :
1. komponen ekologi dalam ekosistem perairan tawar meliputi komponen biotik dan abiotik.
2. komponen abiotik berperan dalam penyediaan habitat bagi organisme-organisme yang hidup di sekitarnya dan memberi saham awal dalam pembentukan ekosistem.
3. komponen biotic memberi peran untukmenyediakan keanekaragaman jenis dan proses kehidupan dalam tingkatan trofiknya.
IX.Daftar pustaka.
Anonimus.2009.kategori : Ekosistem sungai.[online]. http://www.wikipedia.com.dikutip tanggal 4 juni 2009.pukul 19.30
Anonimus.2009.kategori : Animal ecology.[online].http://wolwork.com.
dikutip 4 juni 2009. pukul 16.00.
Anonimus.1999.Keanekaragaman hayati.Jakarta : Erlangga
Anonimus.1993.Panduan praktikum ekologi hewan.Depdikbud
Kumar.1989.Modern concepts of ecology.Jakarta : academic perss
Pratiwi.1999.Ekologi hewan.Bandung : PT.allumni
Sangiran.2004.Keanekaragaman ekosistem. Yogyakarta : kanisius
Soetjipta.1993.Ekologi hewan.Jakarta : Depdikbud
Pengertian karbohidrat
Kata karbohidrat berasal dari kata karbon dan air. Secara sederhana karbohidrat didefinisikan sebagai polimer gula. Karbohidrat adalah senyawa karbon yang mengandung sejumlah besar gugus hidroksil. Karbohidrat paling sederhana bisa berupa aldehid (disebut polihidroksialdehid atau aldosa) atau berupa keton (disebut polihidroksiketon atau ketosa). Berdasarkan pengertian di atas berarti diketahui bahwa karbohidrat terdiri atas atom C, H dan O. Adapun rumus umum dari karbohidrat adalah:
Cn(H2O)n atau CnH2nOn
Fungsi karbohidrat
Fungsi primer dari karbohidrat adalah sebagai cadangan energi jangka pendek (gula merupakan sumber energi). Fungsi sekunder dari karbohidrat adalah sebagai cadangan energi jangka menengah (pati untuk tumbuhan dan glikogen untuk hewan dan manusia). Fungsi lainnya adalah sebagai komponen struktural sel.
Klasifikasi karbohidrat
Karbohidrat dapat dikelompokkan menurut jumlah unit gula, ukuran dari rantai karbon, lokasi gugus karbonil (-C=O), serta stereokimia.
Berdasarkan jumlah unit gula dalam rantai, karbohidrat digolongkan menjadi 4 golongan utama yaitu:
1. Monosakarida (terdiri atas 1 unit gula)
2. Disakarida (terdiri atas 2 unit gula)
3. Oligosakarida (terdiri atas 3-10 unit gula)
4. Polisakarida (terdiri atas lebih dari 10 unit gula)
Pembentukan rantai karbohidrat menggunakan ikatan glikosida.
Berdasarkan lokasi gugus –C=O, monosakarida digolongkan menjadi 2 yaitu:
1. Aldosa (berupa aldehid)
2. Ketosa (berupa keton)
Klasifikasi karbohidrat menurut lokasi gugus karbonil
Berdasarkan jumlah atom C pada rantai, monosakarida digolongkan menjadi:
1. Triosa (tersusun atas 3 atom C)
2. Tetrosa (tersusun atas 4 atom C)
3. Pentosa (tersusun atas 5 atom C)
4. Heksosa (tersusun atas 6 atom C)
5. Heptosa (tersusun atas 7 atom C)
6. Oktosa (tersusun atas 3 atom C)
Klasifikasi karbohidrat menurut jumlah atom C
Contoh monosakarida
Contoh pertama di atas (sebelah kiri) menunjukkan sebuah monosakarida triosa (memiliki 3 atom C), aldosa (berstruktur aldehid/-COH) sehingga dinamakan gula aldotriosa. Sedangkan contoh kedua (sebelah kanan) menunjukkan sebuah monosakarida heksosa (memiliki 6 atom C), ketosa (berstruktur keton/R-CO-R) sehingga dinamakan gula ketoheksosa.
Berdasarkan stereokimia, monosakarida terbagi menjadi beberapa golongan. Stereokimia adalah studi mengenai susunan spasial dari molekul. Salah satu bagian dari stereokimia adalah stereoisomer. Stereoisomer mengandung pengertian:
1. memiliki kesamaan order dan jenis ikatan
2. memiliki perbedaan susunan spasial
3. memiliki perbedaan properti (sifat).
Enantiomer merupakan pasangan dari stereoisomer. Dalam hal ini terdapat aturan yaitu:
1. Diberi awalan D dan L
2. Keduanya merupakan gambar cermin yang tak mungkin saling tumpang tindih
Gambar-gambar berikut memberikan penjelasan mengenai perbedaan susunan spasial dalam enatiomer.
Ilustrasi untuk enantiomer (perhatikan perbedaan susunan spasial yang ada)
Contoh enantiomer dari gula triosa (perhatikan perbedaan susunan spasial yang ada)
Monosakarida-monosakarida penting
Beberapa monosakarida penting bagi tubuh kita di antaranya adalah D-gliseraldehid, D-glukosa, D-fruktosa, D-galaktosa serta D-ribosa.
1. D-gliseraldehid (karbohidrat paling sederhana)
Karbohidrat ini hanya memiliki 3 atom C (triosa), berupa aldehid (aldosa) sehingga dinamakan aldotriosa.
D-gliseraldehid (perhatikan bahwa gula ini hanya memiliki 3 atom C sehingga disebut paling sederhana)
2. D-glukosa (karbohidrat terpenting dalam diet)
Glukosa merupakan aldoheksosa, yang sering kita sebut sebagai dekstrosa, gula anggur ataupun gula darah. Gula ini terbanyak ditemukan di alam.
D-glukosa (perhatikan bahwa glukosa mengalami siklisasi membentuk struktur cincin)
3. D-fruktosa (termanis dari semua gula)
Gula ini berbeda dengan gula yang lain karena merupakan ketoheksosa.
D-fruktosa (perhatikan bahwa fruktosa mengalami siklisasi membentuk struktur cincin)
4. D-galaktosa (bagian dari susu)
Gula ini tidak ditemukan tersendiri pada sistem biologis, namun merupakan bagian dari disakarida laktosa.
D-galaktosa (perhatikan bahwa galaktosa mengalami siklisasi membentuk struktur cincin)
Perbedaan pokok antara D-glukosa dan D-galaktosa (perhatikan daerah berarsis lingkaran)
5. D-ribosa (digunakan dalam pembentukan RNA)
Karena merupakan penyusun kerangka RNA maka ribosa penting artinya bagi genetika bukan merupakan sumber energi. Jika atom C nomor 2 dari ribosa kehilangan atom O, maka akan menjadi deoksiribosa yang merupakan penyusuna kerangka DNA.
D-ribosa (perhatikan gula ini memiliki 5 atom C)
Disakarida-disakarida penting
Beberapa disakarida penting bagi tubuh kita di antaranya adalah β-maltosa, β-laktosa serta sukrosa.
1. β-maltosa
Disakarida ini tak ditemukan di alam kecuali pada kecambah padi-padian. Maltosa merupakan gabungan dari 2 molekul glukosa.
β-maltosa (ikatan antara kedua monosakarida merupakan ikatan C1-4. Atom C nomor 1 yang tak berikatan dengan glukosa lain dalam posisi beta)
2. β-laktosa
Laktosa sering disebut sebagai gula susu. Disakarida ini tersusun atas glukosa dan galaktosa. Kita tidak dapat menggunakan galaktosa secara langsung, tetapi harus diubah menjadi glukosa.
β-laktosa (ikatan antara kedua monosakarida merupakan ikatan C1-4)
3. Sukrosa
Sukrosa merupakan gula terbanyak yang bisa didapatkan dari tumbuhan. Tumbuhan yang banyak dimanfaatkan karena kandungan sukrosa adalah tebu dan bit.
Sukrosa (berbeda dengan maltosa dan laktosa, ikatan yang menghubungkan kedua monosakarida adalah ikatan C1-2)
Polisakarida-polisakarida penting
Beberapa polisakarida penting bagi tubuh kita di antaranya adalah amilum (pati), glikogen dan selulosa.
1. Amilum
Pati merupakan polisakarida yang berfungsi sebagai cadangan energi bagi tumbuhan. Pati merupakan polimer α-D-glukosa dengan ikatan α (1-4). Kandungan glukosa pada pati bisa mencapai 4000 unit. Ada 2 macam amilum yaitu amilosa (pati berpolimer lurus) dan amilopektin (pati berpolimer bercabang-cabang). Sebagian besar pati merupakan amilopektin.
Struktur amilosa (perhatikan bahwa amilosa tidak bercabang)
Struktur amilopektin (bandingkan dengan amilosa)
2. Glikogen
Glikogen merupakan polimer glukosa dengan ikatan α (1-6). Polisakarida ini merupakan cadangan energi pada hewan dan manusia yang disimpan di hati dan otot sebagai granula. Glikogen serupa dengan amilopektin.
Struktur glikogen (bandingkan dengan amilum)
3. Selulosa
Selulosa tersusun atas rantai glukosa dengan ikatan β (1-4). Selulosa lazim disebut sebagai serat dan merupakan polisakarida terbanyak.
Struktur selulosa yang merupakan polimer dari glukosa (bandingkan dengan pati)
Karbohidrat-karbohidrat lain
Beberapa karbohidrat bergabung dengan komponen lain. Sebagai contoh adalah mukopolisakarida, suatu materi tipis, kental, menyerupai jelly dan melapisi sel.
Stuktur dari mukopolisakarida
Contoh yang lain adalah glikoprotein, suatu protein yang mengikat unit karbohidrat dengan ikatan kovalen. Struktur ini memainkan beberapa peran penting di antaranya dalam proses proteksi imunologis, pembekuan darah, pengenalan sel-sel, serta interaksi dengan bahan kimia lain.
Glikoprotein
Kata karbohidrat berasal dari kata karbon dan air. Secara sederhana karbohidrat didefinisikan sebagai polimer gula. Karbohidrat adalah senyawa karbon yang mengandung sejumlah besar gugus hidroksil. Karbohidrat paling sederhana bisa berupa aldehid (disebut polihidroksialdehid atau aldosa) atau berupa keton (disebut polihidroksiketon atau ketosa). Berdasarkan pengertian di atas berarti diketahui bahwa karbohidrat terdiri atas atom C, H dan O. Adapun rumus umum dari karbohidrat adalah:
Cn(H2O)n atau CnH2nOn
Fungsi karbohidrat
Fungsi primer dari karbohidrat adalah sebagai cadangan energi jangka pendek (gula merupakan sumber energi). Fungsi sekunder dari karbohidrat adalah sebagai cadangan energi jangka menengah (pati untuk tumbuhan dan glikogen untuk hewan dan manusia). Fungsi lainnya adalah sebagai komponen struktural sel.
Klasifikasi karbohidrat
Karbohidrat dapat dikelompokkan menurut jumlah unit gula, ukuran dari rantai karbon, lokasi gugus karbonil (-C=O), serta stereokimia.
Berdasarkan jumlah unit gula dalam rantai, karbohidrat digolongkan menjadi 4 golongan utama yaitu:
1. Monosakarida (terdiri atas 1 unit gula)
2. Disakarida (terdiri atas 2 unit gula)
3. Oligosakarida (terdiri atas 3-10 unit gula)
4. Polisakarida (terdiri atas lebih dari 10 unit gula)
Pembentukan rantai karbohidrat menggunakan ikatan glikosida.
Berdasarkan lokasi gugus –C=O, monosakarida digolongkan menjadi 2 yaitu:
1. Aldosa (berupa aldehid)
2. Ketosa (berupa keton)
Klasifikasi karbohidrat menurut lokasi gugus karbonil
Berdasarkan jumlah atom C pada rantai, monosakarida digolongkan menjadi:
1. Triosa (tersusun atas 3 atom C)
2. Tetrosa (tersusun atas 4 atom C)
3. Pentosa (tersusun atas 5 atom C)
4. Heksosa (tersusun atas 6 atom C)
5. Heptosa (tersusun atas 7 atom C)
6. Oktosa (tersusun atas 3 atom C)
Klasifikasi karbohidrat menurut jumlah atom C
Contoh monosakarida
Contoh pertama di atas (sebelah kiri) menunjukkan sebuah monosakarida triosa (memiliki 3 atom C), aldosa (berstruktur aldehid/-COH) sehingga dinamakan gula aldotriosa. Sedangkan contoh kedua (sebelah kanan) menunjukkan sebuah monosakarida heksosa (memiliki 6 atom C), ketosa (berstruktur keton/R-CO-R) sehingga dinamakan gula ketoheksosa.
Berdasarkan stereokimia, monosakarida terbagi menjadi beberapa golongan. Stereokimia adalah studi mengenai susunan spasial dari molekul. Salah satu bagian dari stereokimia adalah stereoisomer. Stereoisomer mengandung pengertian:
1. memiliki kesamaan order dan jenis ikatan
2. memiliki perbedaan susunan spasial
3. memiliki perbedaan properti (sifat).
Enantiomer merupakan pasangan dari stereoisomer. Dalam hal ini terdapat aturan yaitu:
1. Diberi awalan D dan L
2. Keduanya merupakan gambar cermin yang tak mungkin saling tumpang tindih
Gambar-gambar berikut memberikan penjelasan mengenai perbedaan susunan spasial dalam enatiomer.
Ilustrasi untuk enantiomer (perhatikan perbedaan susunan spasial yang ada)
Contoh enantiomer dari gula triosa (perhatikan perbedaan susunan spasial yang ada)
Monosakarida-monosakarida penting
Beberapa monosakarida penting bagi tubuh kita di antaranya adalah D-gliseraldehid, D-glukosa, D-fruktosa, D-galaktosa serta D-ribosa.
1. D-gliseraldehid (karbohidrat paling sederhana)
Karbohidrat ini hanya memiliki 3 atom C (triosa), berupa aldehid (aldosa) sehingga dinamakan aldotriosa.
D-gliseraldehid (perhatikan bahwa gula ini hanya memiliki 3 atom C sehingga disebut paling sederhana)
2. D-glukosa (karbohidrat terpenting dalam diet)
Glukosa merupakan aldoheksosa, yang sering kita sebut sebagai dekstrosa, gula anggur ataupun gula darah. Gula ini terbanyak ditemukan di alam.
D-glukosa (perhatikan bahwa glukosa mengalami siklisasi membentuk struktur cincin)
3. D-fruktosa (termanis dari semua gula)
Gula ini berbeda dengan gula yang lain karena merupakan ketoheksosa.
D-fruktosa (perhatikan bahwa fruktosa mengalami siklisasi membentuk struktur cincin)
4. D-galaktosa (bagian dari susu)
Gula ini tidak ditemukan tersendiri pada sistem biologis, namun merupakan bagian dari disakarida laktosa.
D-galaktosa (perhatikan bahwa galaktosa mengalami siklisasi membentuk struktur cincin)
Perbedaan pokok antara D-glukosa dan D-galaktosa (perhatikan daerah berarsis lingkaran)
5. D-ribosa (digunakan dalam pembentukan RNA)
Karena merupakan penyusun kerangka RNA maka ribosa penting artinya bagi genetika bukan merupakan sumber energi. Jika atom C nomor 2 dari ribosa kehilangan atom O, maka akan menjadi deoksiribosa yang merupakan penyusuna kerangka DNA.
D-ribosa (perhatikan gula ini memiliki 5 atom C)
Disakarida-disakarida penting
Beberapa disakarida penting bagi tubuh kita di antaranya adalah β-maltosa, β-laktosa serta sukrosa.
1. β-maltosa
Disakarida ini tak ditemukan di alam kecuali pada kecambah padi-padian. Maltosa merupakan gabungan dari 2 molekul glukosa.
β-maltosa (ikatan antara kedua monosakarida merupakan ikatan C1-4. Atom C nomor 1 yang tak berikatan dengan glukosa lain dalam posisi beta)
2. β-laktosa
Laktosa sering disebut sebagai gula susu. Disakarida ini tersusun atas glukosa dan galaktosa. Kita tidak dapat menggunakan galaktosa secara langsung, tetapi harus diubah menjadi glukosa.
β-laktosa (ikatan antara kedua monosakarida merupakan ikatan C1-4)
3. Sukrosa
Sukrosa merupakan gula terbanyak yang bisa didapatkan dari tumbuhan. Tumbuhan yang banyak dimanfaatkan karena kandungan sukrosa adalah tebu dan bit.
Sukrosa (berbeda dengan maltosa dan laktosa, ikatan yang menghubungkan kedua monosakarida adalah ikatan C1-2)
Polisakarida-polisakarida penting
Beberapa polisakarida penting bagi tubuh kita di antaranya adalah amilum (pati), glikogen dan selulosa.
1. Amilum
Pati merupakan polisakarida yang berfungsi sebagai cadangan energi bagi tumbuhan. Pati merupakan polimer α-D-glukosa dengan ikatan α (1-4). Kandungan glukosa pada pati bisa mencapai 4000 unit. Ada 2 macam amilum yaitu amilosa (pati berpolimer lurus) dan amilopektin (pati berpolimer bercabang-cabang). Sebagian besar pati merupakan amilopektin.
Struktur amilosa (perhatikan bahwa amilosa tidak bercabang)
Struktur amilopektin (bandingkan dengan amilosa)
2. Glikogen
Glikogen merupakan polimer glukosa dengan ikatan α (1-6). Polisakarida ini merupakan cadangan energi pada hewan dan manusia yang disimpan di hati dan otot sebagai granula. Glikogen serupa dengan amilopektin.
Struktur glikogen (bandingkan dengan amilum)
3. Selulosa
Selulosa tersusun atas rantai glukosa dengan ikatan β (1-4). Selulosa lazim disebut sebagai serat dan merupakan polisakarida terbanyak.
Struktur selulosa yang merupakan polimer dari glukosa (bandingkan dengan pati)
Karbohidrat-karbohidrat lain
Beberapa karbohidrat bergabung dengan komponen lain. Sebagai contoh adalah mukopolisakarida, suatu materi tipis, kental, menyerupai jelly dan melapisi sel.
Stuktur dari mukopolisakarida
Contoh yang lain adalah glikoprotein, suatu protein yang mengikat unit karbohidrat dengan ikatan kovalen. Struktur ini memainkan beberapa peran penting di antaranya dalam proses proteksi imunologis, pembekuan darah, pengenalan sel-sel, serta interaksi dengan bahan kimia lain.
Glikoprotein
Subscribe to:
Posts (Atom)

